Zigi Zaga, Klub Punk Rock yang Bukan Halilintar

Foto: Peter Rumondor

jalurmusik.comZigi Zaga adalah band Punk Rock asal Jakarta. Sekali lagi, diulang, band Punk Rock asal Jakarta. Sebab dalam beberapa waktu ke belakang, muncul sebuah lagu fenomenal yang judulnya senada dengan penyebutan band ini.

Hal ini sebenarnya cukup membuat gerah para pendengar mereka, termasuk saya, dikarenakan band ini sudah terbentuk sejak 2015, jauh sebelum keberadaan lagu fenomenal dari keluarga kelebihan uang tersebut dirilis. Zigi Zaga menanggapinya dengan santai. Bahkan sesekali para personelnya merespon permasalahan ini dengan gaya yang humoris di atas panggung.

 “Seneng dong,” kata Eka basis sekaligus vokalis.

 “Malah kadang-kadang ada yang nyasar follow media sosial kita,” timpal Rika.

Seperti yang sudah disinggung sedikit di atas, Zigi Zaga sudah terbentuk sekitar empat tahun. Awalnya, band ini ialah proyek iseng dari sekumpulan orang yang sebelumnya sudah berkiprah di industri musik. Eka, misalnya, merupakan pentolan The Brandals, Rika bermain di kuartet wanita Flower Girls dan Wizra merupakan seorang guru musik sekaligus penabuh drum Are You Alone. 

Seiring berjalannya waktu, band ini mengalami proses yang lambat, sebelum pada akhirnya Wizra masuk untuk membawa angin segar pada 2017 lalu. Wizra masuk membawa konsekuensi, yaitu mengulang kembali lagu-lagu yang telah mereka bawakan.

Proses yang lambat ini, mereka akui, dikarenakan kesibukan masing-masing personel. Tentu, setiap orang dalam band ini menyadari adanya skala prioritas dan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi.

“Kita bekerja total dan waktunya susah banget, cuma Wizra yang musisi beneran,” canda Rika.

Pada akhirnya, pelan-pelan mereka mulai melepas nomor tunggal diantaranya I Got a Felling dan Kill The Noise. Mereka juga baru saja merilis album debut mereka di gelaran Record Store Day, Jumat (12/04) kemarin, dengan judul Psycho Mob.

Saat ini, Zigi Zaga diperkuat oleh Eka Annash (Bass, Vokal), Rika Putrianjani (Gitar, Vokal), Emil Pahlevi Susanto (Gitar) dan Wizra Uchra (Drum). Zigi Zaga secara sadar menjalankan azas bersenang-bersenang lewat musik mereka. Zigi Zaga seakan membuktikan bahwa mereka tidak mencari hidup dari musik, tapi mereka lah yang menghidupi musik mereka. Pilihan yang sangat logis, bukan? 

Comments

Leave a Comment