Legenda Keroncong Mus Mulyadi Embuskan Napas Terakhir

Foto: Kompas/Iwan Setiyawan

jalurmusik.com- Penyanyi Keroncong, Mus Mulyadi, legendaris telah meninggal dunia pada Kamis (11/04). Kabar duka ini, seperti yang diberitakan Kompas, disampaikan oleh putranya, Erick Haryadi.

“Dari dirawat di rumah sakit Pondok Indah, tadi habis sarapan, terus meninggal," ucap Erick seperti dilansir Kompas. Awalnya, Mus Mulyadi dilarikan ke rumah sakit setelah kadar gula dalam darahnya tinggi.

"Apa ya tadi, bilangnya sudah enakan padahal tadinya. Gulanya juga sudah turun, habis makan beliau bilang makanannya enak," lanjut Erick.

Mus Mulyadi mengembuskan napas terakhir setelah menjalani pengobatan atas penyakit diabetes yang dideritanya. Penyakit ini bahkan telah membuat Mus Mulyadi mengalami kebutaan sejak 2009.

Semasa hidup, Mus Mulyadi dikenal konsisten memainkan musik Keroncong selama puluhan tahun. Seperti dilansir Kumparan, Mus Mulyadi sudah mulai menunjukan bakatnya sebagai musiknya sejak kecil.

Faktor keluargalah yang membentuk hasrat bermusiknya. Saudara dan orang tuanya pun memiliki bakat di bidang musik. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, maka dari itu tak heran jika bakat tersbebut kemudian juga diturunkan ke dalam diri Mus Mulyadi. Adiknya, Mus Mujiono juga merupakan penyanyi Jazz yang populer di tanah air era 1980-an.

Pria yang mendapat julukan “Buaya Keroncong” ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, 14 Agustus 1945. Beberapa lagunya yang menjadi hit antara lain, Kota Solo, Dinda Bestari, Telomoyo, dan Jembatan Merah.

Comments

Leave a Comment