Article Image Sumber: Dokumentasi DJ WW

Obrolan Musik: DJ WW dan Fokusnya yang Membawa Keberhasilan

William Wijaya bercerita tentang perjuangannya menjadi DJ yang diakui.


jalurmusik.com - Ia terlahir dengan nama William Wijaya. Di kemudian hari, roda nasib membawanya menjadi DJ. Ia dikenal dengan nama DJ WW. Namanya mulai diperhitungkan saat dirinya bermain untuk kota-kota di Indonesia. Tak hanya dalam negeri, ia pernah menunjukan bakatnya di luar negeri, di klub besar di berbagai kota di Australia, seperti Sydney, Brisbane dan Gold Coast.

DJ WW mulai memulai karier DJ di tahun 2005 dengan memainkan musik-musik yang ia cintai yakni R&B dan Hip-Hop. Tentu, jalannya tak langsung mulus. Di awal kemunculannya, ia bahkan pernah tak dibayar. Tapi, proses tidak pernah mengkhianati hasil. Perlahan usahanya menemui jalan. Pilihannya untuk fokus menjadi DJ tak sia-sia. Namanya diperhitungkan sebagai DJ di Indonesa

Simak obrolan tim jalurmusik bersama DJ WW di bawah ini.

Kita mulai dengan pertanyaan standar, bagaimana awalnya mulai mengenal dunia DJ?

Awalnya gue ngelihat teman nge-DJ di acara party. Wah kayaknya seru. Sama teman gue itu akhirnya didorong dan diajarin. Setelah itu gue pelan-pelan belajar. Baru setelah itu gue beli alat dan datang ke klub-klub meilhat DJ-DJ yang lain. Otodidak sih.

Setelah tamat sekolah atau tamat kuliah?

Ketika itu semester satu kuliah. Prosesnya gue belajar selama tiga bulan.

Seperti DJ kebanyakan, ketika masih sekolah, pernah memiliki jejak sebagai sebagai anak band. Bagaimana dengan Anda?

Yes. Gue pernah ngeband. Gue dari SMP di band pernah main gitar, main drum juga. Memang dari kecil gue suka musik. Dan suka menjelajahi musik juga. Jadi enggak terpatok sama satu genre saja. Selain itu, keluarga gue juga suka beli album musik.

Musik seperti apa yang dulu dibawakan?

Awalnya lebih ke Rock Alternative. Band-band Limp Bizkit dan Korn dulu gue suka. Setelah itu baru mengenal R&B dan Hip-Hop. Nah, musik R&B dan Hip-Hop yang membentuk sampai gue jadi DJ kayak sekarang. 

Keadaan pertama kali memulai, apakah sudah ada DJ yang memainkan musik-musik R&B dan Hip-Hop?

Sudah ada. Sudah lumayan banyak. Cuma dulu ruang lingkupnya lebih kecil, lebih banyak yang House Music dan segala macam. Masih kecil lah ruangnya.

Bagaimana awalnya label DJ Hip-Hop melekat dalam diri Anda?

Kalau orang yang baru kenal gue sekarang, mungkin mereka enggak tahu kalau gue awalnya mainkan lagu-lagu Hip-Hop. Kalau mereka yang kenal gue dari dulu, pasti tahu gue berangkat dari kecintaan gue sama musik R&B dan Hip-Hop, terus bertemu banyak orang dan makin melekat dengan image R&B dan Hip-Hop.

2005, sekarang sudah 2019. 14 tahun. Waktu yang sangat panjang.

Ya dilewati dengan perjuangan. Naik turun. Enggak mungkin karier akan selalu berjalan dengan mulus. Semua butuh perjuangan. Misal, di awal banget gue berkarier, gue pernah bergabung selama enam bulan dan gak dibayar.

Pernah begitu?

Pernah. Tapi bagi gue ketika itu ya enggak masalah. Karena yang gue cari adalah experience. Seperti yang Lo tahu, experience itu enggak bisa dibeli dengan duit. Apalagi waktu zaman dulu, klub menyeleksi DJ untuk main masih ketat banget. Mau enggak mau ya harus mulai dari nol banget. Oh ya, selama enam bulan itu ya main di awal saja terus, pernah sih sesekali main pas crowd lagi ramai, tapi cuma sekali dua kali sih.

Setelah itu, di pertengahan 2006, gue bergabung dengan radio Mustang. Dulu di radio Mustang setiap Jumat, mereka punya acara namanya Down With DJ. Terus gue diajak jamming-jamming bareng. Di radio ini gue sekitar dua tahun dan berdampak banget buat gue, sebagai media promosi gue. Untuk masuk ke klub jadi lebih gampang. 

Selain itu, dampak bermain di radio apa lagi?

Radio Mustang juga membuat gue bisa main di Blowfish. Jadi ada salah satu pendengar radio tersebut, dia nanya ke Mustang untuk minta kontak gue. Dia bikin acara di Blowfish, terus minta gue sebagai DJ acaranya. Dari situ perkenalan gue dengan Grup Ismaya.

Sejauh ini, apakah Anda merasa sudah menjadi DJ senior?

Enggak lah. Banyak yang lebih senior.

Kalau menurut pendapat Anda, bagaimana tantangan yang ada di era Anda pertama memulai dibanding saat ini?

Kalau zaman dulu, agar nama kita mencuat, skill sangat berpengaruh membuat kita dilihat orang. Apa lagi untuk DJ Hip-Hop. Enggak sebatas mixing, karena kalau tolak ukurnya hanya mixing, semua DJ pasti bisa mixing. Gaya kita bermain yang menjadi tolak ukur, otomatis skill yang berbicara dong. Jadi skill kita bermain harus berbeda dan punya ciri khas sendiri.

Kalau menurut Anda, DJ yang bagus itu seperti apa?

Pertama, dia harus punya skill. Yang terpenting lainnya, dia harus bisa membaca crowd. Enggak mungkin Lo nyusun playlist dari rumah, begitu dilapangan enggak nyambung, terus Lo tetap memaksakan playlist Lo itu. Enggak mungkin begitu. Ketika Lo menghajar dengan musik yang keras, kan enggak mungkin juga Lo mengahajar dengan musik seperti itu terus. Crowd pasti ada capeknya, ada saatnya Lo kasih crowd istirahat. Tapi untuk berapa lamanya, itu tergantung penglihatan dan insting Lo di lapangan. Istirahat pun juga ada triknya, Lo mesti bisa menyusun lagu-lagu yang pas. Jangan merusak mood orang karena pergantian lagu.

Ada anggapan dalam masyarakat yang mengatakan bahwa musik DJ itu hanya bisa dinikmati ketika mabuk. Bagaimana menurut Anda?

Sebenarnya enggak juga. Banyak teman-teman gue yang datang hanya untuk menikmati musiknya aja kok. Jadi enggak hanya mengejar mabuknya saja. Dance Music memang bisa dinikmati tanpa harus minum dan drugs. Contoh pertama, saat gue main di We The Fest, yang datang kan anak-anak muda ya, banyak mereka yang enggak bisa minum alkohol, mereka bisa enjoy tanpa itu. Contoh ke dua, gue sering main di private party, mereka happy-happy saja.

Enggak benar dong ya persepsi itu.

Iya enggak benar. Zaman sekarang banyak tuh acara lari yang ditutup sama DJ, enggak mungkin kan ya acara olahraga begitu sambil mabuk-mabukan.

Belum lama ini, Anda berkolaborasi dengan Ras Muhammad. Bagaimana terbesit ide itu?

Gue punya sample musik. Terus gue rasa, Ras Muhammad orang yang pas untuk ngisi musik gue. Terus gue ngomong ke dia, dia mau. Ya sudah. Waktu itu dia lagi di Bali. Terus dapat kesempatan dia ke Jakarta, sampai sore, malamnya langsung ke rumah gue dan merekam lagu itu.

Penutup, ada enggak pesan Anda buat DJ-DJ baru?

Lo mesti belajar dan cari tahu, bagaimana DJ-DJ yang sudah berhasil dengan jalan yang ia pilih.  Selain itu, Lo harus fokus dengan yang Lo kerjain. Karena peluangnya lebih lebar kalau sekarang, Lo belanja aja, ada DJ-nya. Lo olahraga juga ada DJ-nya. Semua peluang itu akan terbuka kalau Lo fokus.

Baca Juga:

Obrolan Musik: Mendidik Penonton Sebagai Bentuk Kontribusi Di Industri Musik Menurut DJ Stan

Obrolan Musik: DJ Bleu Clair Katakan, "Musik Akan Bertemu Dengan Pasarnya Masing-Masing"